Perencanaan keuangan Keluarga
Bagaimana ya rasanya kalo kita pergi tapi ga punya tujuan tempat mana yang ingin kita kunjungi, jadinya kita hanya muter2 ga tentu arah, pasti capek dan lelah. Dalam keluargapun rasanya kita juga perlu merumuskan apa sih yang menjadi tujuankeluraga kita. Pernah ada seorang teman yang ga punya tujuan yang jelas dalam hidupnya. Kalo ditanya, apa tujuanmu ? dia bilang, “hidup ko dibikin susah, ya ikut aja kemana air mengalir”. Yang jadi masalah bukan masalah airnya, tapi kemana air itu akan mengalir, iya kalo mengalirnya ke laut, la kalo mengalirnya ke selokan? Apakah kamu juga mau ikut masuk ke selokan, dia malah tertawa meringis….. Nah, makanya itu, penting sekali kita sebagai manusia perlu untuk merencanakan apa yang menjadi tujuan hidup kita, Masalah nanti rencana kita berhasil atau tidak itu bukan urusan kita lagi. Kan, kewajiban kita itu hanya berusaha dan merencanakan dengan sebaik2nya, hasilnya kita pasrahkan kepada Tuhan. Itu yang dinamakan muslim yang beriman. Teman saya langusng bilang, “wah iya betul banget itu”
Kembali ke masalah perencanaan, sebelumnya saya bukan tipe orang yang suka merencanakan segala hal dengan baik, pokoknya apa yang ada ya dijalani,apalagi background saya bukan dari orang yang ahli dibidang perencanaan. Eee…..namanya juga takdir, waktu saya bekerja, saya diposisikan diri dibagian ‘perencanaan dan pengembangan”.Wah awalnya emang sulit, apalagi background saya dari elektro, wah makin sulit lagi, tapi dengan semangat yang tinggi untuk memepelajari seluk beluk perencanaan, lama kelamaan jadi tertarik dan benar2 berhasil mengubah kehidupan saya. Apa Maksudnya mengubah kehidupan saya?
Ini dia cerita aslinya, hampir 2 tahun pernikahan saya berjalan, selama itu pula saya belajar mulai menerapkan ilmu perencanaan dalam kehidupan keluarga saya. Bagaiamna sejak awal menikah saya sudah menyusun target2 apa yang ingin saya capai dalam 5 tahun ke depan yang saya kategorikan sebagai perencanaan jangka panjang. Lalu saya juga menyusun target tahunan beserta strategi apa yang saya gunakan untuk mencapai target jangka panjang 5 tahunan tersebut. Sebenarnya yang penting, semua target kita harus terukur dengan baik, lebih mantep lagi kalo misal ada indikator yang dipakai untuk mengukur seberapa jauh usaha kita untuk mencapai target kita, apakah sudah tercapai 100 % ato hanya 5 % saja dan juga jangan lupa sertakan kira2 target kita itu bisa diambilkan dari sumber dana mana yang kita miliki(jika sumber dana banyak sekali).
Tak lupa juga, saya membuat semacam “cashflow” dari income2 yang saya dan suami terima selama satu bulan. Lalu apa kaitannya cashflow yang kita buat dengan target yang sudah kita rumuskan? Kaitannya cashflow yang kita buat itulah yang nantinya akan menentukan strategi2 selanjutnya untuk mencapai target kita, jika arah casflow ke pos kas/aset kita kecil. Tapi jika arah cashflow ke pos kas/aset kita besar , wah ga perlu repot merencanakan strategi yang lebih besar lagi, kecuali kalo anda memang ingin yang luar biasa.
Dibawah ini ada semacam ilustrasi dari apa yang saya jelaskan diatas (ini hanya permisalan saja, jangan diartikan kalo ini target keluraga saya) dan target setiap keluarga tentunya tidak selalu sama dengan keluarga yang lain. Format dibawah ini bisa kita buat lebih kreatif lagi dengan memakai tabel atau pake program jika perlu. Akhirnya selamat mencoba dan menerapkannya di keluarga anda.
Perencanaan dan target2 yang ingin dicapai periode jangka pendek (1 tahun) dan jangka Panjang (5 Tahun)
Target-target yang ingin dicapai untuk jangka panjang 5 Tahunan (2007-2011) dengan proses pencapaian melalui target jangka pendek 1 Tahunan
- Tahun 2007
- Membeli tanah
- Mulai membuka bisnis sendiri( mempunyai ruko(sementara kontrak) untuk usaha internet
-
Tahun 2008
- sudah ada 1 aset yaitu berupa tanah
- bisnis sudah mulai berjalan dengan modal lebih besar (internet)
- selanjutnya sekolah ke S2 dengan mencari beasiswa
- hasil pemasukan aset ditabung untuk dana persiapan haji
-
Tahun 2009
- hipotek rumah lunas
- Niat Haji sudah terlaksana
- Investasi untuk membeli rumah buat kos muslim
- jika sudah ada 2 aset (tanah/rumah disewakan dan kos muslim)berarti pemasukan pasif sudah lebih besar dari pada gaji bulan==>masuk level aman
- barulah investasi beli mobil
-
Tahun 2010
- pastikan 2 aset dimiliki (kos muslim dan tanah/rumah sewa)
- hasil keuntungan dari 2 aset gunakan untuk investasi tanah wakaf/bangun mushola (soalnya warisan, masih ghaib,jadi jangan diharapkan)
- bisnis semakin besar dan jalan terus, rekruitment orang yang kurang mampu terutama saudara
Manajemen gaji bulanan tetap :
1/10 atau 10 % gunakan untuk investasi lain selain rumah bersama dengan pendapatan lain diluar itu dengan hasil besar
7/10 atau 70 % gunakan untuk kebutuhan makan, pakaian, uang ekstra untuk hal2 yang tak terduga, tagihan
2/10 atau 20 % untuk bantuan/infak
dengan rumus diatas bisa dihitung sendiri, jika nilai nominal gaji tertera
CASHFLOW UNTUK TAHUN 2007
LAPORAN PENGHASILAN
-
Pemasukan
1. Gaji
2. Tunjangan
3. Tak terduga/ekstra incomes
Pengeluaran
1. Rek, 2 telepon dan listrik
2. bantu orang tua
3. makan
4.pengeluaran diluar kebutuhan makan (sosial,servis, kesehatan dll)
NERACA
|
Aset (tabungan)belum memberikan pemasukan pasif 1. Rumah 2. Sawah/rumah sewaan 3. Usaha bisnis
|
Liabilitas 1. Hipotik rumah 2. lain2 |
August 9th, 2007 at 10:16 am
Tks mba Jazakillah. wah bisa nambah wawasan ttg planning keluargaku.Memang semuanya harus direncanakan dan tercatat rapih.
semoga kita bisa slalu mencatat apa yang kita lakukan dan melakukan apa yang kita catat. sehingga tidak menjadi orang yg merugi. Amiin.
January 31st, 2009 at 9:19 am
Hi You did a great job with this blog. I loved canaan keuangan Keluarga : Yulaikah-Ummu Usamah’s log
February 24th, 2009 at 3:28 am
Your blog is very interesting, i have bookmarked your site for future referrence
March 14th, 2009 at 10:32 pm
Interesting article, i have bookmarked your blog for future referrence
March 16th, 2009 at 5:50 am
O2f8XU spwnfiih ewwrbfns rdxudzwf